Pemerintah Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, telah melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Desa sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 April 2026, bertempat di Kantor Wali Nagari Muaro Bodi, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan di desa.
Kegiatan Rembuk Stunting ini dihadiri oleh Wali Nagari Muara Bodi, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), TAPM,Pendamping Desa, Bidan Desa, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas IV Nagari, kader Posyandu, kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur masyarakat lainnya yang terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Nagari Muaro Bodi yang menyampaikan pentingnya pelaksanaan Rembuk Stunting sebagai forum musyawarah untuk menyepakati prioritas kegiatan dalam rangka percepatan penurunan stunting di Nagari. Dalam sambutannya, Wali Nagari menekankan bahwa stunting merupakan masalah serius yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Kepala Puskesmas dan perwakilan dari Puskesmas IV Nagari menyampaikan pemaparan terkait kondisi stunting di Nagari Muaro Bodi, meliputi data jumlah balita stunting, ibu hamil berisiko, serta kondisi sanitasi dan gizi masyarakat. Disampaikan pula berbagai faktor penyebab stunting, seperti kurangnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang belum optimal, serta keterbatasan akses terhadap sanitasi dan air bersih.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan musyawarah yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta memberikan berbagai masukan dan usulan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun perencanaan berikutnya. Beberapa usulan kegiatan yang disepakati antara lain peningkatan kegiatan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, penyuluhan gizi dan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu balita, peningkatan akses sanitasi layak, serta pelaksanaan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hasil dari Rembuk Stunting ini kemudian dirumuskan menjadi daftar kegiatan prioritas pencegahan dan penanganan stunting yang akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan desa, seperti RKP Desa dan APBDes. Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Nagari Muaro Bodi dalam mengalokasikan anggaran dan melaksanakan program yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan Rembuk Stunting Nagari Muaro Bodi berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh partisipasi dari seluruh peserta. Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat, serta terbangun komitmen bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Nagari Muaro Bodi.
Komentar
Posting Komentar